Asma Jahangir, Aktivis HAM Pakistan Wafat, Sekjen PBB Duka

Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menyampaikan bela sungkawanya atas wafatnya pegiat HAM Pakistan dan pengacara, Asma Jahangir.

Asma Jahangir Wafat

Asma Jahangir pasalnya tutup usia pada umur 66 tahun tepatnya di Lahore, Pakistan. Pegiat HAM itu meninggal karena serangan jantung pada hari Minggu (12/2). Kabar wafatnya pegiat HAM asal Pakistan ini tentu meninggalkan duka yang sangat mendalam tak terkecuali Sekjen PBB. “Kita kehilangan orang besar yang ada pada bidang HAM. Dan kabar meninggalnya Asma Jahangir menggema di seluruh dunia, tak hanya di negaranya, Pakistan. Ia tak kenal lelah membela hak-hak asasi semua orang dan juga kesetaraan baik dalam kapasitasnya sebagai seorang pengacara di sistem peradilan domestik maupun aktivis masyarakat sipil global atau juga sebagai Pelapor Khusus,” ungkap Guterres.

Guterres juga mengatakan bahwa Jahangir adalah tokoh yang sangat brilian, memiliki prinsip dan juga pemberani serta baik hati.

Ucapan bela sungkawa tak hanya datang dari Sekjen PBB namun juga dari Malala Yousafzai, penerima Nobel Perdamaian. Yousafzai mengaku kaget karena baru minggu lalu mereka bertemu. “Penghormatan terbaik untuknya adalah dengan melanjutkan perjuangannya demi hak asasi manusia Result SGP dan juga demokrasi,” ucapnya saat mengenang Jahangir.

Menurut juru bicara Jahangir, Jahangir dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta yang ada di Jalan Forezepur setelah dirinya menderita serangan jantung. Wanita kelahiran Lahore tahun 1952 ini menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Minggu (11/2).

Sepak Terjang Jahangir

Jahangir dikenal oleh orang-orang dekatnya sebagai sosok yang sering menangangi kasus-kasus di mana korban-korbannya adalah mereka yang terpinggirkan atau kaum marjinal. Ia juga bersuara lantang menentang pelanggaran  HAM.

Sebagai seorang penulis dan juga aktivis demokrasi, Jahangir sendiri menerima beberapa penghargaan HAM. Ia juga merupakan pelapor khusus PBB soal HAM.

Dirinya terjun pertama kali menjadi aktivis demokrasi dan akhinya sempat dipenjara sejak tahun 1983 karena dirinya berpartisipasi dalam Gerakan Pemulihan Demokrasi yang menentang rezim diktator militer Zia UI Haq.

Saat dirinya dipenjarakan tahun 1983 itu karena dirinya berpartisipasi dalam Gerakan Pemulihan Restorasi Demokrasi melawan pemerintahan militer Presiden Ziaul Haq yang mana paling lama melayani. Dan pada 1986, dirinya dipindahkan ke Jenewa dan akhirnya menjadi wakil ketua Defense for Children International. Sampai pada tahun 1988 sebeluk kembali ke negaranya, Pakistan, ia tinggal di sana.

Seperti dilansir CNN Indonesia, Jahangir pun sudah aktif dalam gerakan pengacara 2007 yang mana membuatnya menjadi tahanan rumah. Ia juga ikut mendirikan Komisi HAM dan juga Forum Aksi Perempuan Pakistan. Asma Jahangir dinominasikan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2005. Dalam berbagai macam aksi yang telah dijalankannya, ia sudah banyak bekerja sama dengan Hina Jilani, adiknya.

Seorang Senator Oposisi di Parlemen Pakistan mengatakan pada salah satu media Pakistan, “Ia selalu berada di garis depan untuk menyuarakan suara bahkan saat demokrasi terancam. Kami semua terguncang dan juga shocked. Komunitas Hak Asasi Manusia Global kehilangan salah satu wajah tercerdas di Pakistan.”

Selama karirnya, Jahangir memusatkan perhatian kasusnya pada kasus-kasus diskriminasi berbasis gender dan agama. Tak hanya itu, ia juga memusatkan perhatiannya pada perjuangan untuk memperbaiki kondisi pekerja-pekerja kiln batu bata yang lebih adil lagi di Pakistan. Tak heran jika meninggalnya Jahangir ini menyisakan duka yang amat sangat dalam bagi para pendukung HAM.

This entry was posted in Berita. Bookmark the <a href="http://my997theway.com/2018/02/16/asma-jahangir-aktivis-ham-pakistan-wafat-sekjen-pbb-duka/" title="Permalink to Asma Jahangir, Aktivis HAM Pakistan Wafat, Sekjen PBB Duka" rel="bookmark">permalink</a>.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *