SMP di Gunung Kidul Kekurangan Siswa Baru Karena Lulusan SD Minim

Beberapa sekolah menengah pertama (SMP) ataupun juga madrasah tsanawiyah (MTs) yang ada di Kabupaten Gunung Kidul, DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) kekurangan siswa baru untuk tahun ajaran 2018/2019. Hal ini disebabkan siswa lulusan SD sangat minim dan juga tak sebanding dengan kuota penerimaan siswa baru untuk jenjang sekolah lanjutan pertama (SMP).

Lulusan SD di Gunung Kidul Minim

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Gunung Kidul, Bahron Rosyid, menyatakan bahwa pada tahun ajaran 2017/2018 yang lalu jumlah lulusan SD Cuma 9.222 siswa saja. Sementara itu kuota siswa SMP/MTs negeri maupun juga swasta tersedia sebanyak 11.700 siswa.

“Adanya selisih antara jumlah lulusan SD dengan kuota di SMP dan juga di MTs yang mana tersedia ini tentu saja akan membuat sejumlah sekolah kekurangan siswa. Kuota di SMP dan juga MTs lebih banyak ketimbang jumlah lulusan SD untuk tahun ini,” ungkap Bahron pada hari Senin (2/7) dilansir dari CNN Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa kekurangan siswa yang bakal dialami oleh beberapa sekolah itu bukanlah lantaran penerapan zonasi penerimaan peserta didik yang baru lewat jalur PPDB. Ia menyebutkan bahwa zonasi tak begitu mempengaruhi jumlah siswa result hongkong yang mana masuk ke sekolah menengah pertama.

“Kalaupun ada sekolah yang mana kekurangan murid, itu bukanlah karena terdampak dengan sistem zonasi, namun jika kita melihat data memang ada penurunan jumlah siswa yang mana lulus dari kelas 6 SD,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP Kanisius Wonosari, Yohanes Nugraha, mengatakan bahwa masalah tentang kurangan siswa itu disebut dirinya tak menjadi masalah. Di SMP Kanisius Wonosari sendiri tiap tahunnya serapan kuota siswa anyar memang seringkali tak maksimal. “Kami sudah terbiasa dengan hal semacam ni (kekurangan siswa),” ungkapnya.

Walaupun demikian, pihaknya tetap akan memberika pelayanan pada siswa yang mana belajar di SMP Kanisius dengan sangat maksimal. Sistem zonasi yang mana diberlakukan untuk sekolah negeri pasalnya tak akan berdampak banyak untuk sekolah swasta. Sebagaimana yang telah diketahui, dalam sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah tahun ini, salah satu indicator yang mana dijadikan sebagai pertimbangan utama adalah jarak sekolah dan juga kediaman siswa. “Kami yakin tetap ada siswa di tahun ajaran 2018/2019,” tukasnya.

70% SD di Gunung Kidul Juga Kekurangan Siswa

Masalah kekurangan siswa pada sekolah baik tingkat SD atau SMP yang ada di Gunung Kidul bukanlah hal yang baru. Tahun lalu, diberitakan juga bahwa 70% SD yang ada di Gunung Kidul masih kekurangan siswa. Sebagian besar SD yang ada di sana kekurangan siswa. Dari sejumlah 500 SD/MI baik swasta maupun negeri, rata-rata Cuma memiliki 13 orang siswa baru atau dikenal dengan istilah rombel (rombongan belajar).

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) daerah Gunung Kidul, Bahron Rasyid juga mengatakan memang pada saat ini sekolah kesulitan memnuhi ketentuan rombongan belajar minimal. Padahal, jika disesuaikan dengan ketentuan, satu rombel harus minimal terdiri dari 20 siswa dan juga maksimal 28 siswa.

“Akan tetapi kenyataannya dari 500 buah sekolah, 70% di antaranya tak bisa memenuhi atau dikenal dengan kekurangan murid,” ungkapnya pada wartawan. Ia menjelaskan dalam perhitungannya rata-rata masing-masing sekolah Cuma terdiri dari 13 orang siswa. Namun demikian, ia tetap akan memberikan proses pemberian layanan belajar mengajar dengan sangat baik bagi siswa-siswa.

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the <a href="http://my997theway.com/2018/09/15/smp-di-gunung-kidul-kekurangan-siswa-baru-karena-lulusan-sd-minim/" title="Permalink to SMP di Gunung Kidul Kekurangan Siswa Baru Karena Lulusan SD Minim" rel="bookmark">permalink</a>.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *