Dicurigai dukung Papua, Polisi Tahan 2 Peserta Aksi

Muhammad Haedir sebagai Direktur Lembaga Bantuan Hukum atau LBH di Makassar mengungkapkan bahwa ada dua orang peserta aksi peringatan Hari Perempuan Internasional yang digelar di kota tersebut. Keduanya ditahan selama 24 jam di Polrestabes Makassar dengan alasan bahwa keduanya mendukung game slot pulsa Papua dan melakukan tindakan radikalisme yang tidak sesuai dengan isu yang diaksikan di dalam kegiatan tersebut. Namun sampai saat ini bukti tersebut tidak dapat ditemukan atau diungkapkan oleh pihak kepolisian.

Kronologi Penangkapan di Makassar

Muhammad Haedir mengatakan bahwa penangkapan bermula ketika ada massa aksi yang sedang melakukan demonstrasi memberikan orasi dengan berbagai isu yang terkait dengan perempuan. Setelah kegiatan orasi selesai massa pun akan segera bubar. Akan tetapi ada organisasi masyarakat yang menganggap bahwa aksi yang dilakukan adalah bentuk dukungan terhadap isu yang sedang terjadi di Papua. Tiba tiba ormas tersebut berteriak kepada teman teman yang sedang akan bubar dan menuduh bahwa aksi tersebut berkaitan dengan isu yang terjadi di Papua.

Tidak lama kemudian, ada satu orang ditangkap oleh kepolisian. Ada juga teman yang ditangkap melakukan dokumentasi lalu yang membuat video itupun ditangkap karena merupakan salah satu teman dari peserta aksi yang ditangkap. Adapun nama peserta aksi yang ditangkap adalah Akbar dan Halim. Keduanya menurut LBH di Makassar merupakan dua orang korban karena tidak jelas yang menangkap keduanya adalah aparat ataupun organisasi ormas yang muncul di akhir aksi hari perempuan internasional tersebut.

Akan tetapi, ditengah kebingungan ini dapat dipastikan bahwa peserta aksi dibawa menggunakan mobil Jatanras dimana mobil ini merupakan salah satu unit yang dimiliki oleh Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar. Dengan demikian Akbar dan Halim ditangkap dan diamankan selama sehari di Polrestabes Makassar. Penangkapan yang dilakukan sampai saat ini masih menjadi misteri karena dari pihak kedua peserta aksi sampai saat ini belum menerima penjelasan mengapa ditangkap dan dilakukan penahanan.

Penahanan Hanya Berlaku untuk Pelaku Tindak Pidana

Pihak LBH melalui Muhammad Haedir mengatakan bahwa berdasarkan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), penahanan seharusnya dilakukan hanya untuk pelaku tindak pidana, sedangkan kedua peserta aksi tersebut tidak melakukan hal hal yang berkaitan dengan tindak pidana. Bahkan kasus yang sama bukan hanya terjadi di Makassar. Banyak lokasi lain yang merupakan tempat aksi unjuk rasa seringkali terjadi hal yang sama. Di Makassar sendiri hal semacam ini sudah terjadi dua kali.

Polisi biasanya tidak melakukan apa apa ketika organisasi masyarakat melakukan tindakakn kepada massa aksi. Bahkan polisi bahkan menyetujui tindakan organisasi masyarakat dengan memaksa melakukan penahanan kepada orang orang yang kemudian dibawa ke kantor polisi. Sementara itu, Kompol Agus Khaerul menolak adanya tuduhan bahwa POlrestabes Makassar melakukan penahanan. Pihaknya mengatakan bahwa Agus dan Halim ditangkap kurang dari 24 jam dan itupun terjadi karena ada alasannya.. Agus sebagai Kasatreskrim menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan terhadap Agus dan Halim karena keduanya terkait dengan tulisn yang menyatakan aksi tersebut mendukung isu di Papua.  Selain itu, penangkapan dilakukan karena terjadi keributan saat unjuk rasa dilakukan. Namun pihak kepolisian tidak dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut. Catatan yang dimiliki oleh LBH mengungkapkan mengenai pelanggaran HAM dalam penahanan oleh aparat yang terjadi di Makassar ini masih terus terjadi dan banyak ditemukan di Indonesia.

This entry was posted in Berita, Konflik Papua, Papua. Bookmark the <a href="http://my997theway.com/2021/01/03/dicurigai-dukung-papua-polisi-tahan-2-peserta-aksi/" title="Permalink to Dicurigai dukung Papua, Polisi Tahan 2 Peserta Aksi" rel="bookmark">permalink</a>.

Comments are closed.